Sabtu, 16 April 2011

PR Teknis vs. PR Strategis

Aktifitas PR
Public Relations (PR) Teknis mirip dengan keadaan yang dimitoskan di Indonesia hingga dewasa ini. PR dimitoskan sebagai pekerjaan yang meliputi antara lain sebagai protokol, event organizer, serta beberapa pekerjaan teknis kehumasan lain. Mitos ini lebih jelas jika kita melihat apa yang dikerjakan oleh bagian kehumasan perusahaan atau mereka yang bekerja sebagai back-up di biro kehumasan atau sering dikenal sebagai PR Agency. Pekerjaan PR Agency yang paling umum adalah melakukan kliping setiap hari dan sekadar menyampaikannya kepada yang memerlukan. PR Agency juga melakukan pekerjaan fundamental seperti protokoler, penerima wartawan, hingga memberi fasilitas yang diperlukan oleh media.
Pada level lebih tinggi dan mendalam, diperlukan Public Relations (PR) Strategis yang memiliki kompetensi analisis dan pemikiran yang strategis. Menurut Grunig, PR sebagai manajemen strategis merupakan koalisi dominan dan manajemen. Sehingga PR Strategis haruslah progresif, misalnya membuka ruang investasi dan perluasan pasar atas produk atau jasa. Perlakuan PR strategis tidak seperti perlakuan PR Teknis "The last to know but the first to go"

2 komentar: